Tugas Resume Cloud Computing Pertemuan 1

 

Nama : Ivan Mussadiq

Nim : 17190598

Kls :17.5B.25

Matkul: Cloud Computing

 

Konsep Dasar Cloud Computing

 

Pengertian Cloud Computing

A.      Menurut komputasi Gartner Cloud Computing: “sebuah cara ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.”

B.      Menurut sebuah dipublikasikan IEEE Computing makalah tahun 2008 yang Internet Cloud Computing merupakan suatu paradigma dimana suatu informasi secara permanen tersimpan di serverdi/di Internet.

Cloud Computing

Cloud Computing juga dapat diartikan sebagai gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya.

Perkembangan Cloud Computing

Cloud computing sebuah jargon baru diabad milenium yang lahir untuk merepresentasikan semua hal, sebuah konsep baru yang merubah mekanisme bagaimana mengembangkan sistem dilakukan.  metode operasi, middleware, database server, email server sampai web itu sendiri adalah satu lapisan yang sama.

Cloud ini telah menjadi backbone dan infrastruktur pendukung baik di Google, Facebook, Yahoo maupun diberbagai dotcom dunia. Saat ini konsep cloud ini telah memasukin perusahaan-perusahaan, dan sedang mentransformasi penyimpanan dan operasi perusahaan. Mekanisme backup dan recovery yang dijadikan standar operasi pemeliharaan sistem, telah bertransformasi menjadi real time data warehousing, karena penambahan informasi tidak memungkinkan dibackup kembali.

Google memiliki layanan gmail yaitu sebuah mail gratis untuk dunia, pernah mengalamin masalah 30 dalam sejarah Google berdiri, telah menjadi bulanan berita kehandalan diberbagai media menit bulan –bulanan masa.

 

 

 

Syarat Layanan Cloud Computing

a.       Layanan bersifat On Demand yaitu pengguna dapat berlangganan hanya yang dia butuhkan saja, dan membayar hanya untuk yang mereka gunakan saja.

b.      Layanan bersifat elastis/scalable yaitu pengguna bisa menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang dia inginkan kapan saja dan sistem selalu bisa mengakomodasi perubahan tersebut.

c.       Layanan sepenuhnya dikelola oleh penyedia/provider adalah hal yang dibutuhkan oleh pengguna hanyalah komputer personal/notebook ditambah koneksi internet.

d.      Sumber Daya Terkelompok ( Resource pooling ) adalah Penyedia layanan Cloud Computing memberikan layanan melalui sumber daya yang dikelompokkan di satu atau berbagai lokasi data center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multi-tenant yang memungkinkan sejumlah sumber daya komputasi digunakan secara bersamasama oleh sejumlah user, dimana sumber daya tersebut baik yang berbetuk fisik atau virtual.

e.      Akses Pita Lebar adalah Layanan yang terhubung melalui jaringan pita lebar, dapat diakses  melalui jaringan internet. Baik menggunakan thin client, thick client, ataupun media lain seperti smartphone.

f.        Layanan yang terukur adalah Sumber daya cloud yang tersedia harus dapat diatur dandioptimasi penggunaannya, dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiap sumber daya komputasi yang digunakan (penyimpanan, memory, processor, lebar pita, aktivitas user, dan lainnya).

Selain hal tersebut karakterisik dari Cloud Computing adalah sangat cepat di deploy, instant untuk implementasi.

-          Biaya start up teknologi ini (Cloud Computing) mungkin akan sangat murah ataupun tidak ada, dan juga tidak ada investasi kapital.

-          Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.

-          Pelayanan dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tanpa adanya penalty.

-          Pelayanan akan menggunakan metode multi-tenant (banyak customer dalam 1 platform).

-          Kemampuan untuk meng-customize pelayanan akan menjadi terbatas.

Tipe Implementasi Cloud Computing

1.       SaaS (Software as a Service) berbentuk aplikasi, contoh Salesforce, NetSuite.

2.       PaaS (Platform as a Service) implementasi dari database, file system, web server, middleware, contoh Heroku, Engine Yard, Azure.

3.       IaaS (Infrastructure as a Service) berbentuk virtualisasi dari infrastruktur seperti Amazon, Rackspace.

Revolusi Komputasi

implementasi cloud computing adalah berjenjang, dimana tingkatan menciptakan piranti lunak sebagai layanan adalah yang terkompleks.

Dari awal menawarkan konektivitas internet dasar untuk menawarkan perangkat lunak sebagai layanan ISP. ISP 1,0 adalah semua menyediakan internet akses ke pelanggan, ISP 2,0 adalah fase di mana ISP yang ditawarkan kemampuan hosting Langkah berikutnya adalah co-lokasi melalui yang ISP mulai leasing keluar ruang rak dan bandwidth.

 

Evolusi Cloud

Cloud computing merupakan evolusi yang mengadopsi virtualization, serviceoriented architecture and utility computing.

Virtualization adalah penciptaan versi virtual (bukan aktual) terhadap sumber daya teknologi informasi, seperti sistem operasi, server, perangkat penyimpanan (storage) atau sumber daya jaringan. Autonomic computing merupakan sebuah skenario di mana lingkungan TI akan mampu melakukan pengelolan sendiri (self management) didasarkan pada aktivitas yang dirasakan dan utility computing.

 

Memahami Cloud Computing

a.       Internet bisa dianggap cloud besar: Cloud berisi komputer yang semuanya saling tersambung. Dari situlah berasal istilah cloud

b.      Cloud Computing, adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet (cloud).

c.       Dalam perspektif teknologi komunikasi sendiri, cloud computing atau komputasi cloud dapat diartikan sebagai suatu teknologi yang memanfaatkan internet sebagai resource untuk komputasi yang dapat di-requset oleh pengguna dan merupakan sebuah layanan dengan pusat server bersifat virtual atau berada dalam cloud (internet) itu sendiri (Krishnadi, 2010). 

Cara Kerja Cloud Computing

Seorang pengguna cloud membutuhkan perangkat klien seperti laptop atau komputer desktop, komputer pad, ponsel pintar, atau sumber daya komputasi lainnya dengan web browser (atau rute akses lain yang disetujui) untuk mengakses sistem cloud melalui World Wide Web. Cloud computing bekerja secara clientserver, menggunakan protokol web browser. Dengan komputasi cloud, klien hanya memerlukan komputer sederhana, seperti netbook , dirancang dengan komputasi cloud dalam pikiran, atau bahkan smartphone, dengan koneksi ke Internet, atau jaringan perusahaan, dalam rangka untuk membuat permintaan data dari cloud, maka istilah " perangkat lunak sebagai layanan (SaaS).

Resiko Cloud Computing

Selain keunggulan dan kemudahannya, teknologi cloud computing tetap memiliki resiko.

1.       Service Level adalah cloud provider mungkin tidak performance dari application akan atau konsisten dengan transaksi.

2.       Privacy disebabkan Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh pemerintah U.S.

3.       Compliance harus memperhatikan regulasi dari bisnis yang anda miliki, dalam hal ini secara teoritis cloud service provider diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data di dalam cloud, namun karena service ini masih sangat muda anda diharapkan untuk berhati hati dalam hal penyimpanan data.

4.       Data Ownership Apakah data anda masih menjadi milik anda begitu data tersebut tersimpan di dalam cloud? namun anda perlu mengetahui seperti hal nya yang terjadi pada Facebook yang mencoba untuk merubah terms of use aggrement-nya yang mempertanyakan hal ini.

Data Mobility Apakah anda dapat melakukan share data diantara cloud service? dan jika anda terminate cloud.

Syarat Cloud Computing

1.       On-Demand Self-Services Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan tersedia layanan pada saat dibutuhkan.

2.       Broad Network Access Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan.

3.       Resource Pooling Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien.

4.       Rapid Elasticity Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan.

Measured Service Sebuah terukur, layanan cloud computing harus disediakan karena nantinya akan digunakan dalam secara proses pembayaran. 

Komentar